Lenterapos.id – Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui program bantuan pangan skala besar. Kali ini, Perum Bulog menyatakan kesiapan untuk menyalurkan bantuan beras kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan 2026.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penyaluran bantuan beras tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam memastikan akses pangan tetap terjaga, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan. Jumlah penerima bantuan kali ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan program sebelumnya.

Gambar Istimewa : agroindonesia.co.id
Mengacu pada data terbaru, program bantuan pangan tahun ini akan menjangkau lebih dari 33 juta KPM, meningkat jauh dari program sebelumnya yang hanya menyasar sekitar 18 juta penerima manfaat. Lonjakan jumlah penerima ini mencerminkan perluasan cakupan perlindungan sosial yang dilakukan pemerintah.
“Kalau sebelumnya sekitar 18 juta KPM, sekarang jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 30 juta KPM,” ujar Ahmad Rizal, dikutip pada Minggu (8/2/2026).
Data Penerima Mengacu Kementerian Sosial
Bulog memastikan bahwa penyaluran bantuan beras akan dilakukan berdasarkan data terpadu Kementerian Sosial (Kemensos). Data tersebut mencakup masyarakat kurang mampu, termasuk warga yang berada di wilayah terdampak bencana alam.
Menurut Ahmad Rizal, pihaknya tidak akan melakukan penyaluran secara nasional sebelum data penerima benar-benar final. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan pangan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
“Semua data berasal dari Kementerian Sosial. Kami tinggal menunggu data yang sudah dimutakhirkan dan benar-benar siap,” jelasnya.
Pendekatan berbasis data ini menjadi kunci penting dalam menjaga akuntabilitas program bantuan pangan, sekaligus mencegah potensi tumpang tindih penerima.
Kebutuhan Beras Capai 600 Ribu Ton
Untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, Bulog memperkirakan total kebutuhan beras mencapai sekitar 600 ribu ton. Angka ini dihitung berdasarkan alokasi bantuan yang akan disalurkan kepada puluhan juta KPM dalam beberapa tahap penyaluran.
Bulog menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Pengelolaan cadangan beras pemerintah menjadi faktor penting agar program bantuan berjalan tanpa mengganggu stabilitas pasokan dan harga di pasar.
Selain itu, Bulog juga memperhitungkan aspek distribusi agar beras dapat diterima masyarakat dalam kondisi layak dan tepat waktu.
Penyaluran Ditargetkan Mulai Pertengahan Maret
Saat ini, penyaluran bantuan pangan tersebut belum dimulai. Bulog masih mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk pengadaan karung kemasan, pengaturan logistik, serta kesiapan jaringan distribusi hingga ke daerah-daerah terpencil.
Bulog menargetkan penyaluran bantuan beras dapat dimulai pada pertengahan Maret 2026, bertepatan dengan momen Ramadhan. Momentum ini dipilih agar bantuan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Estimasi penyaluran di bulan Maret, kemungkinan pertengahan Maret. Harapannya, saat Ramadhan berjalan, bantuan sudah diterima masyarakat,” ujar Ahmad Rizal.
Bantuan Pangan Tak Hanya Beras, Juga Minyak Goreng
Menariknya, program bantuan pangan tahun ini tidak hanya mencakup beras. Pemerintah juga merencanakan penyaluran minyak goreng secara bersamaan sebagai bagian dari paket bantuan. Langkah ini diharapkan mampu menekan beban pengeluaran rumah tangga, terutama saat kebutuhan konsumsi meningkat selama Ramadhan.
Bulog memastikan seluruh aspek logistik, mulai dari stok, kemasan, hingga distribusi, berada dalam kondisi aman dan terkendali. Dengan kesiapan tersebut, penyaluran diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Rencana penyaluran bantuan beras untuk 33,2 juta KPM oleh Bulog menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi. Dengan peningkatan jumlah penerima, penguatan basis data dari Kementerian Sosial, serta kesiapan stok dan logistik, program ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, khususnya menjelang dan selama Ramadhan 2026. Jika penyaluran berjalan tepat waktu dan tepat sasaran, bantuan pangan ini akan menjadi penopang penting bagi stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

