Home / Nasional

Senin, 29 Mei 2023 - 00:20 WIB

Keji, Oknum Lanal Maumere Siksa Warga, Suruh Telanjang, Pukul Pakai Popor Senapan, Suruh Olesi Alat Kelamin Pakai Balsem Hingga Lap Darah Di Lantai Pakai Mulut 

Andre, didampingi ibunya

Andre, didampingi ibunya

MAUMERE-LENTERAPOS.ID, Sungguh keji perilaku tiga oknum prajurit TNI AL Lanal Maumere berinisial RG, MK dan DD terhadap Andreas Wiliam Sanda. Pemuda 21 tahun yang beralamat di Waturia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka itu disiksa secara keji oleh ketiganya.

Ia disuruh telanjang lalu dipukul pakai popor senapan, dipukul pakai selang air, ditendang, hingga disuruh olesi alat kelaminnya pakai balsem. Tak hanya disiksa, korban yang biasa disapa Andre itu bahkan disuruh bersihkan darahnya yang tercecer di lantai dengan mulutnya sendiri..

Andre yang didampingi kedua orang tuanya, usai menjalani pemeriksaan di Lanal Maumere, Minggu (28/05/2023) menjelaskan, penyiksaan tersebut ia alami pada Sabtu, (27/06/2023) malam di rumah kekasihnya berinisial (I) yang beralamat di Patisomba, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Siang itu, sekitar pukul 12.00 wita, Andre berangkat dari tempat kerjanya. Ia berinisiatif menemui (I), yang hampir 2 bulan tak pernah ia hubungi lagi lantaran hubungan keduanya dilarang oleh keluarga (I). Ia hendak menanyakan kepada (I) tentang kebenaran informasi yang ia terima bahwa kekasihnya itu sudah 2 bulan tidak datang bulan.

Setelah bertemu, Andre lalu menyarankan (I) untuk melakukan tes kehamilan, namun (I) menolak. Saat sedang berada bersama (I) di pertokoan di Maumere, ayah (I) menelpon ke handphone (HP), namun tidak diangkat. Andre lalu menyarankan agar (I) pulang ke rumahnya, namun (I) menolak.

Andre kemudian diminta oleh (I) untuk mengantarnya ke kosan temanya di daerah Misir, Kecamatan Alok. Selepas itu, Andre lalu menuju ke kosan saudaranya. Tak lama berselang, Andre di-Whatsapp (WA) oleh (I) yang ingin menyampaikan sesuatu. Andre kemudian kembali ke Misir untuk menemui (I).

Baca juga  Kominfo Targetkan 20.000 Warga NTT Jadi Talenta Digital  

Saat keduanya sedang duduk bicara, tiba tiba ayah (I) datang dan langsung memukul Andre menggunakan helm di bagian belakang kepala. Keduanya lalu dibawa ke rumah (I) di Patisomba. Kepada ayah (I), Andre menyatakan agar menghubungi keluarganya, namun tidak dihiraukan.

Disuruh Telanjang Bulat Lalu Dipukuli Di Dalam Rumah Di hadapan Orang Tua (I)

Sekitar malam harinya, datang seorang anggota TNI AL Lanal Maumere berseragam lengkap dengan membawa senjata laras panjang. Saat itu, Andre didudukan di ruang tamu dan pintu depan rumah (I) ditutup. Tanpa banyak basa basi, oknum anggota Lanal itu kemudian melayangkan tinjunya ke arah pipi Andre.

Tak hanya pakai tangan, oknum anggota Lanal itu juga memukul kepala Andre menggunakan popor senapan. Kepada Andre, oknum anggota Lanal itu menanyakan apakah Andre mengguna gunai (I), namun Andre tegas menyatakan tidak.

Usai memukul dengan tangan dan popor senapan, dan menendang Andre, oknum anggota Lanal berseragam lengkap itu kemudian menelpon rekannya. Tak lama berselang, datang 2 orang rekannya berpakaian preman. Kepada kedua rekanya, oknum Lanal berseragam lengkap itu kemudian meminta agar kedua rekannya agar “membina” Andre.

Oknum anggota Lanal itu kemudian menyuruh Andre untuk menanggalkan seluruh pakaiannya hingga telanjang bulat. Ketiganya kemudian lanjut menganiaya Andre, Selain dengan tangan dan popor senapan, Andre mengaku kalau ia juga dipukul menggunakan selang di bagian punggung sehingga menimbulkan bekas lecet menghitam.

Baca juga  Polis Asuransi Dibayar, KSP Pintu Air Batal Sita Kantor Bumiputera Maumere 

“Saya disuruh telanjang bulat lalu dipukul kiri kanan, ditendang. Saya sempat jatuh, tetapi saat bangun dipukul dan ditendang. Saya jatuh beberapa kali. Kepala saya diinjak. Saya sempat minta ampun, tetapi tidak dipedulikan. Saat saya dipukul itu ada orang orang tuanya (I), neneknya dan omnya,” ujar Andre.

Suruh Korban Gosok Kelaminnya Pakai Balsem

Tak sampai disitu, oknum anggota Lanal kemudian memberikan Andre sebotol besar balsem gosok dan menyuruh Andre untuk  menggosok kemaluannya sendiri dengan balsem hingga Andre meringis kesakitan. “Pas saya telanjang, mereka bawa datang balsem gosok lalu suruh saya gosok balsem itu ke kemaluan saya sampai balsem habis,” ujar Andre..

Usai menyiksa Andre, oknum anggota Lanal itu lalu menyuruh Andre untuk membersihkan ceceran darah di lantai akibat penganiayaan. Andre kemudian mengambil bajunya hendak melap darah dilantai. Namun salah seorang oknum anggota Lanal menyuruh Andre untuk melap darah di lantai tersebut dengan mulutnya sendiri.

“Pas saya lap darah pakai pakai baju, salah satu anggota Lanal itu suruh saya lap pakai saya punya bibir. Saya tunduk kemudian lap darah saya di lantai dengan mulut,” ujar Andre.

Usai menyiksa Andre, oknum anggota Lanal berseragam lengkap itu kemudian pulang. Sedangkan 2 oknum anggota Lanal yang berpakaian preman tetap berada di rumah (I). Tak lama berselang datang lagi seorang anggota Lanal lainnya dengan berseragam lengkap. Ketiganya kemudian mengantar pulang Andre ke rumah orang tuanya di Waturia pada Minggu (28/05/2023) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.

Baca juga  Kejari Sikka Tahan 2 Tersangka Kasus Sunat Dana Sertifikasi Guru

Akan Tindak Tegas

Terpisah, Komandan TNI AL Lanal Maumere, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, S.I.P, dikonfirmasi media, Minggu (28/03/2023) di Mako Lanal Maumere membenarkan keterlibatan anggotanya dalam peristiwa penganiayaan tersebut.

Ady Dharmawan menjelaskan, bahwa ketiga oknum anggota Lanal tersebut sudah ditahan dan telah dilakukan penyelidikan awal. Ady Dharmawan mengaku akan menindak tegas. “Pelaku sudah kita tahan dan sudah penyelidikan awal. Korban juga sudah kita mintai keterangan dan kita obati. Keluarga korban juga sudah kita ajak berdialog. Saya harus bertindak tegas. Ini tidak boleh terulang lagi bagi prajurit lanal, tidak ada ampun,” tegas Ady Dharmawan.

Ditanya soal latar belakang peristiwa tersebut, Ady Dharmawan mengaku bila informasi awal, ketiga pelaku tersebut terlibat lantaran diminta bantu oleh anggota Lanal terkait persoalan keluarga. “Kita sudah berbuat baik, kita sudah membuat citra Lanal Maumere baik di mata masyarakat Maumere, tetapi dirusak oleh perbuatan perbuatan anggota yang tidak bertanggung jawab, Sekecil apapun tindakan yang dilakukan tetap akan kita tindak tegas karena sudah mencoreng nama baik TNI AL, nama baik Lanal Maumere,” tegasnya.

Sementara itu, orang tua Andre, Gregorius Sanda dan Irmina Anda Passkrina berharap agar proses hukum kepada pelaku benar benar ditegakan. :”Kalau modelnya pembinaan, dan itu dilakukan di dalam institusi (Mako Lanal, red), kami pasti terima. Tetapi ini penganiayaan dan terjadi di luar markas. Kami berharap agar pelaku ditindak tegas sesuai aturan internal TNI AL,” harap Gregorius. (VT)

Share :

Baca Juga

Nasional

Paparkan Peta Jalan Indonesia Digital, Menkominfo Dorong Kadin Ambil Peran

Nasional

Universitas Budi Luhur Jakarta dan PKO Ende Gagas Kerjasama Bumikan Pancasila

Nasional

Gara-gara Nelayan Ende, Kabupaten Sikka Kebagian 25 Kapal Fiber Dari Kemensos

Nasional

Menkominfo Dorong STMM Kembangkan Kolaborasi Global Garap Peluang Lapangan Kerja Baru

Nasional

Pemerintah Akan Bentuk Tim Jubir, Perkuat Komunikasi Publik Presidensi G20 Indonesia

Nasional

Hasil Evaluasi SPBE Kemenpan RB, Pemkab Sikka Raih Predikat Kurang

Nasional

Pimpin DPC PMKRI Mbay, Raynoldus G Dhari: Kader Harus Jadi Penyambung Lidah Rakyat

Nasional

Pelindo Maumere Bagi Hewan Kurban Jelang Idul Adha